Tugas
3
a. Eksperimen Sistem Respirasi
Menggunakan Respirometer
JUDUL: Sistem
Respirasi Menggunakan Respirometer
Tujuan
a.
Memahami
adanya aktifitas respirasi yang dilakukan oleh mahluk hidup
b.
Mengetahui
hubungan berat tubuh mahluk hidup dengan konsumsi oksigen
METODE
PENELITIAN
A. Alat dan Bahan
a. Alat : - Respirometer b.
Bahan : - Jangkrik
- Pipet tetes / spet -
NaOH / KOH
- Pinset - Kapas
- Neraca - Larutan
warna
- Plastik - Vaselin
B. Prosedur Kerja
a.
Menimbang
dua ekor jangkrik yang berjenis kelamin sama (jantan) untuk diketahui berat
tubuhnya.
b. Membersihkan alat respirometer
sebelum digunakan
c.
Menempatkan
sedikit kristal NaOH / KOH pada bagian dasar botol respirometer, kemudian
tutupi dengan kapas
d. Memasukkan jangkrik yang telah
diketahui bobotnya kedalam botol respirometer, kemudian ditutup dengan tutup
botol respirometer berskala
e.
Mengolesi
bagian penghubung tutup dan botol dengan vaselin
f. Menutup ujung penutup botol
respirometer berskala dengan ujung jari beberapa saat, kemudian disumbat dengan
larutan warna
g. Mengamati perubahan pergeseran
larutan warna yang menandakan penggunaaan oksigen oleh jangkrik.
h. Mencatat tiap pergerakan metilen
blue pada respirometer, pencatatan dilakukan setiap 2 menit sekali dan diulang
selama tiga kali
i.
Mencatat
semua hasil pengamatan dalam tabel hasil pengamatan
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Waktu
(tiap 2 menit)
|
Jarak yang ditempuh indikator
(Strip)
|
|
Jangkrik
0,3 Kg
|
Jangkrik
0,65 Kg
|
|
1
|
26
|
25
|
2
|
10
|
17
|
3
|
4
|
7
|
Jumlah
|
40
|
49
|
Konsumsi O2
(volume/menit)
|
40/100/6
= 0.67 ml/menit
|
49/100/6
= 0.082 ml/menit
|
Laju respirasi
(Konsumsi O2/berat badan/waktu)
|
0.067ml/menit/
0.3kg/(6/60) jam
= 2.23 ml/kg/jam
|
0.082ml/menit/
0.65kg/(6/60) jam
= 1.26 ml/kg/jam
|
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan diatas, dapat
disimpulkan :
a. Terjadi aktifitas respirasi yang
dilakukan oleh mahkluk hidup.
b. Konsumsi oksigen pada jangkrik
dengan berat tubuh 0,3 kg yaitu 0,067 ml/menit, sedangkan konsumsi oksigen pada
jangkrik dengan berat tubuh 0,65 kg yaitu 0,083 ml/menit.
c. Berat tubuh mahkluk hidup
mempengaruhi konsumsi oksigen olehmahkluk hidup tersebut.
d. Semakin berat tubuh mahkluk hidup,
maka konsumsi oksigen semakin besar.
e. Laju respirasi pada jangkrik dengan
berat tubuh 0,3 kg yaitu 2,23 ml/kg/jam, sedangkan laju respirasi pada jangkrik
dengan berat tubuh 0,65 kg yaitu 1,26 ml/kg/jam.
f.
Laju respirasi dipengaruhi oleh konsumsi oksigen dan berat
tubuh mahkluk hidup.
Keterangan:
Keterangan:
-Fungsi eosin
adalah sebagai indikator oksigen yang dihirup oleh organisme percobaan
(jangkrik) pada respirometer. Saat jangkrik menghirup oksigen maka terjadi
penurunan tekanan gas dalam respirometer sehingga eosin bergerak masuk ke arah
respirometer.
-Cara mengukur
volume oksigen yang dihirup jangkrik adalah Dengan melihat skala pada pipa
respirometer. Volume dihitung berdasarkan selisih posisi awal eosin dengan
dengan posisi terakhir eosin pada pipa berskala, dan dihitung per satuan waktu
(menit)
- -Fungsi dari
Kristal KOH/NaOH pada percobaan yaitu sebagai pengikat CO2 agar
tekanan dalam respirometer menurun.
Jika tidak diikat maka tekanan parsial gas dalam respirometer akan tetap dan
eosin tidak bisa bergerak. Akibatnya volume oksigen yang dihirup serangga tidak
bisa diukur. Kristal KOH/NaOH dapat mengikat CO2 karena bersifat
higroskopis
Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi diantaranya:
- Berat tubuh, Semakin berat tubuh suatu organisme, maka semakin banyak oksigen yang dibutuhkan dan semakin cepat proses respirasinya.
- Ukuran tubuh, Makin besar ukuran tubuh maka keperluan oksigen makin banyak.
- Kadar O2, Bila kadar oksigen rendah maka frekuensi respirasi akan meningkat sebagai kompensasi untuk meningkatkan pengambilan oksigen.
- Aktivitas, Makhluk hidup yang melakukan aktivitas memerlukan energi. Jadi semakin tinggi aktivitasnya, maka semakin banyak kebutuhan energinya, sehingga pernafasannya semakin cepat.
sumber: Google.com
b.Alat bantu atau Teknologi yang
digunakan dalam sistem pernapasan manusia sebagai berikut :
- Trakeotomi
Teknologi Trakeotomi Pernapasan
Trakeotomi
: Pembuatan lubang pada trakea untuk membantu memberikan pernapasan bantuan.
Trakeotomi biasanya dilakukan pada penderita dipteri akut yang dapat
menyebabkan penyumbatan pada saluran pernapasannya.
- Pulmotor
Pulmotor alat bantu pernapasan
Pulmotor :
alat untuk melakukan pernapasan buatan. Pernapasan buatan biasanya dilakukan
pada orang-orang yang mengalami gangguan pernapasan karena tenggelam dan shock
karena sengatan listrik.
- Spirometer
Spirometer teknologi pernafasan
Spirometer
: alat untuk mengukur secara langsung dan cepat kemampuan paru-paru seseorang
serta untuk keperluan diagnosa paru-paru yang abnormal.
- Oxygen catheter

Oxygen catheter
Oxygen catheter atau Oxygen cannula : alat yang digunakan untuk
mengalirkan oksigen ke dalam lubang hidung.